Menyambut Idul Adha 2020, Berikut Panduan Sholat Ied Untuk Kamu

Menyambut Idul Adha 2020, Berikut Panduan Sholat Ied – Islam memiliki 2 hari raya yang sangat ditunggu-tunggu para umat islam di dunia. Hari raya tersebut ialah Idul Fitri dan Idul Adha. Beberapa bulan yang lalu umat Islam telah melaksanakan puasa di bulan Ramadhan dan telah meraih kemenangan saat lebaran Idul Fitri. Hari Raya Idul Fitri disambut dengan suka cita.

Dan saat ini umat Islam sedang menunggu lebaran yang kedua, yaitu lebaran Qurban. Lebaran Qurban atau Idul Adha merupakan momen yang untuk memperingati perintah dari Nabi Ibrahim Alaihi Salam. Yang mana dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim Alaihi Salam menyembelih anaknya yang bernama Nabi Ismail Alaihi Salam. Pengorbanan Nabi Ibrahim Alaihi Salam itu sangat dicintai Allah yang kemudian diganti menjadi seekor kambing atau domba yang sangat besar.

Pada kesempatan kali ini, Feesheldon akan membagikan informasi serta ilmu yang bisa dipertanggungjawabkan seputar Idul Adha. Simak ulasanya di bawah ini.

Menyambut Idul Adha 2020, Berikut Panduan Sholat IedPanduan sholat ied

Pada tahun ini, Idul Adha Insya Allah akan jatuh pada tanggal 30 Juli 2020. Yang artinya hari raya Qurban sebentar lagi akan dilaksanakan dan disambut oleh para umat Islam. Untuk itu kamu harus mengetahui beberapa informasi seputar Idul Adha seperti di bawah ini. Gulirkan layar smartphone kamu untuk lebih lengkapnya.

Hukum Sholat Idul Adha

Untuk yang pertama, kamu harus mengetahui hukum dari sholat ied terlebih dahulu. Mungkin sebelumnya kamu mengira bahwa sholat ied ini hukumnya sunnah. Namun kamu salah, hukum dari sholat ied ini wajib bagi setiap muslim, laki-laki dan perempuan. Hal ini berdasarkan dalil sebagai berikut:

Dalil dari hal ini adalah hadits dari Ummu ‘Athiyah, beliau berkata,

أَمَرَنَا – تَعْنِى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- – أَنْ نُخْرِجَ فِى الْعِيدَيْنِ الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ وَأَمَرَ الْحُيَّضَ أَنْ يَعْتَزِلْنَ مُصَلَّى الْمُسْلِمِينَ.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami pada saat shalat ‘ied (Idul Fithri ataupun Idul Adha) agar mengeluarkan para gadis (yang baru beanjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haidh. Namun beliau memerintahkan pada wanita yang sedang haidh untuk menjauhi tempat shalat.” (HR. Muslim  no. 890, dari Muhammad, dari Ummu ‘Athiyah.)

Alasan diwajibkannya sholat ied ialah:

  1. Rosulullah Shalallahu Alaihi Wa salam melaksankannya terus-menerus hingga akhir hidupnya.
  2. Rosulullah Shalallahu Alaihi Wa salam juga memerintahkan agar semua kaum Muslimin keluar rumah untuk melaksanakan Sholat Ied bagi yang tidak memiliki udzur.
  3. Adanya perintah Al Qur’an sebagai berikut:

    فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

    Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2).

Waktu dan Tempat Pelaksanaan Sholat Iedtempat Sholat ied

(Sumber: Okezone News)

Untuk waktu pelaksanaan sholat Ied, Rosulullah Shalallahu Alaihi Wa salam melaksanakannya pada saat matahari setinggi tombak (Yang dimaksud, kira-kira 2o menit setelah matahari terbit sebagaimana keterangan Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin dalam Syarh Hadits Al Arba’in An Nawawiyah).

Dan tempat pelaksanaanya akan lebih bagus jika di tanah lapang, hal ini berdasarkan dalil berikut:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى

Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar pada hari raya ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha menuju tanah lapang.” (HR. Bukhari no. 956 dan Muslim no. 889).

Tata Cara Sholat Ied

Setelah mengetahui hukum sholat ied, waktu dan tempat pelaksanaannya, sekarang kamu harus mengetahui bagaimana tata cara sholat ied yang benar. Simak ulasannya sebagai berikut:

  1. Takbiratul Ihrom (Sebanyak 7x pada Rakaat pertama)
  2. Diantara takbir, tidak ada bacaan tertentu namun disarankan untuk memuji Allah.

    سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي

    Subhanallah wal hamdulillah wa  laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii (Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku).”

    Para salaf biasanya membaca kalimat di atas. Namun kalimat di atas tidak dibatasi, itu sebagai contoh saja.

  3. Membaca Al-Fatihah yang dilanjutkan membaca Surat lainnya. Disunnahkan membaca surat Qaaf berdasarkan dalil sebagai berikut:

    كَانَ يَقْرَأُ فِيهِمَا بِ (ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ) وَ (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ)

    “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca “Qaaf, wal qur’anil majiid” (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa’atu wan syaqqol qomar” (surat Al Qomar). (HR. Muslim no. 891)

  4. Melakukan gerakan sholat lainnya seperti rukuk, i’tidal, sujud dan seterusnya.
  5. Bangkit untuk rakaat kedua
  6. Takbiratul Ihram lagi (sebanyak 5x)
  7. Kemudian membaca Al Fatihah dan membaca surat lainnya seperti yang sudah disebutkan di atas.
  8. Mengerjakan gerakan lainnya lalu salam.

Hari Idul Adha atau Idul Fitri Jatuh pada Hari Jumat

Apabila hari raya Idul Fitri dan Idul Adha jatuh pada hari Jumat, Allah memberikan pilihan kepada seorang muslim laki-laki untuk tidak menghadiri sholat Jumat. Pendapat ini dipilih oleh mayoritas ulama Hambali.

Diriwayatkan dari Iyas bin Abi Romlah Asy Syamiy, ia berkata, “Aku pernah menemani Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqom,

أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِى يَوْمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَكَيْفَ صَنَعَ قَالَ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِى الْجُمُعَةِ فَقَالَ « مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّىَ فَلْيُصَلِّ ».

“Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan dua ‘ied (hari Idul Fithri atau Idul Adha bertemu dengan hari Jum’at) dalam satu hari?” “Iya”, jawab Zaid. Kemudian Mu’awiyah bertanya lagi, “Apa yang beliau lakukan ketika itu?” “Beliau melaksanakan shalat ‘ied dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jum’at”, jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mau shalat Jum’at, maka silakan melaksanakannya.”

(HR. Abu Daud no. 1070, Ibnu Majah no. 1310. Asy Syaukani dalam As Sailul Jaror (1/304)  mengatakan bahwa hadits ini memiliki syahid (riwayat penguat). An Nawawi dalam Al Majmu’ (4/492) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (antara shahih dan hasan, pen). ‘Abdul Haq Asy Syubaili dalam Al Ahkam Ash Shugro (321) mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. ‘Ali Al Madini dalam Al Istidzkar (2/373) mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid (antara shahih dan hasan, pen). Syaikh Al Albani dalam Al Ajwibah An Nafi’ah (49) mengatakan bahwa hadits ini shahih.  Intinya, hadits ini bisa digunakan sebagai hujjah atau dalil.)

Jadi pada intinya Rosulullah Shalallahu Alaihi Wa salam memberikan keringanan bagi para kaum laki-laki muslim untuk tidak melaksankan sholat jumat apabila kedua sholat Ied jatuh pada hari Jumat. Namun bagi para pengurus masjid diwajibkan untuk tetap mengadakan sholat Jumat untuk umat Islam yang ingin melaksanakan sholat Jum’at.

BACA JUGA: Aplikasi Idul Adha Terbaik dan Terlengkap

Penutup

Demikian beberapa informasi mengenai Idul Adha yaitu panduan sholat idul adha yang bisa menghilangkan kebodohan kamu dalam ilmu agama. Serta lebih mengetahui apa saja yang harus dilakukan untuk melaksankan sholat Ied. Semoga tulisan di atas memberikan manfaat untuk kita semua dan terima kasih. 🙂

Tinggalkan sebuah komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *